Insiden penyerangan terhadap seorang pegawai ritel di kawasan Jakarta Selatan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) kini memasuki babak baru. Setelah viral di media sosial pekan lalu, pihak yang diduga sebagai pelaku justru mengharapkan penyelesaian secara damai, sementara korban bersikukuh menuntut ganti rugi atas trauma dan kerugian materi yang dialaminya.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berlangsung pada Selasa (28/1) sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah minimarket di kawasan Cilandak. Korban, seorang karyawan berinisial RN (24), mengalami memar di bagian kepala dan lengan akibat pukulan serta tendangan sejumlah pria yang tiba-tiba mendatangi lokasi kerjanya. Motif penyerangan diduga terkait kesalahpahaman soal transaksi sebelumnya.
“Kami sebenarnya ingin menyelesaikan ini dengan baik-baik. Tidak perlu berlarut ke ranah hukum yang memakan waktu dan tenaga,” ujar perwakilan kubu OTK yang enggan disebutkan namanya. Namun di sisi lain, RN menegaskan bahwa permintaan maaf verbal tidak cukup mengingat dampak psikologis yang ia alami hingga kini enggan bekerja malam hari.
Pihak kepolisian telah menerima laporan dari kedua belah pihak dan tengah melakukan mediasi. Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia menyarankan agar penyelesaian damai tetap mempertimbangkan aspek keadilan bagi korban, termasuk kompensasi medis dan psikologis.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya keamanan bagi pekerja ritel yang kerap bertugas hingga larut malam. Sementara itu, bagi Anda yang mencari hiburan alternatif untuk melepas penat selepas kerja, kunjungi Joker11 Daftar sebagai pilihan rekreasi digital yang aman dan terpercaya. Penyelesaian konflik sebaiknya tetap mengedepankan prinsip keadilan agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.