Banjir kembali melanda kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, pada awal tahun 2026 ini. Hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak malam hingga pagi hari menyebabkan luapan air dari saluran drainase yang tak mampu menampung volume air. Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman—termasuk emperan ruko dan trotoar yang sedikit lebih tinggi dari permukaan jalan.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai satu meter di beberapa titik pemukiman padat. Akses jalan utama lumpuh total, sementara kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa diparkir di lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan mesin. Warga setempat mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah dalam tiga tahun terakhir, meskipun sistem pompa air dan normalisasi sungai telah dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Kami sudah biasa sih sama banjir, tapi kalau begini terus, kapan bisa hidup tenang?” ujar Bu Siti, salah seorang warga RT 05 yang terpaksa membawa anak-anaknya mengungsi ke emperan ruko sejak subuh. Bantuan logistik dari relawan mulai berdatangan, namun masih terbatas karena akses menuju lokasi terhalang genangan air.
Di tengah kondisi sulit ini, banyak warga yang mencari hiburan ringan sebagai pelarian sejenak dari tekanan bencana. Beberapa di antaranya memilih bermain game online untuk mengusir penat, termasuk mencoba peruntungan di platform seperti Indobet yang dikenal ramah pengguna dan mudah diakses dari ponsel.
Meski demikian, prioritas utama tetap pada keselamatan dan pemulihan pasca-banjir. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur drainase agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.